Judul Buku : How Contagion Works: Science, Awareness and Community in Times of Global Crises
Pengarang : Paolo Giordano, Alex Valente
Epidemics are mathematical emergencies first and foremost. Because math isn’t the science of numbers–not really–it’s the science of relations: it describe the bonds and the exchanges between different entities, regardless of what these entities might be made of, abstracting them into letters, functions, vectors, points, and planes.
Jujur saja, warna sampul yang merah muda itu cukup membuatku tertarik untuk membaca premisnya. Setelah mencoba mengetahui apa yang ingin disampaikan oleh Paolo Giordano selaku penulis, aku merasa tidak ada salahnya untuk membaca buku kecil ini.
Buku ini dirilis pada April 2020, ketika Italia sedang dihantam oleh angka penderita COVID-19 sedang tinggi-tingginya. Aku masih ingat bagaimana berita internasional tidak pernah absen menginformasikan soal kasus di Italia. Rasanya, video walikota di Italia marah-marah menjadi sebuah tontonan juga di media sosial.
How Contagion Works baru masuk Indonesia di bulan Agustus 2020. Meskipun telat, namun untuk memahami mengenai virus COVID-19 tidak ada salahnya mencobanya dari perspektif lain: matematika. Sebuah bidang keilmuan yang di Indonesia, masih saja dipandang sebelah mata. Padahal ketika Indonesia sedang berjuang untuk melandaikan kurva (yang mana saat ini juga tidak landai), rekan-rekan Alumni Matematika Universitas Indonesia sudah mempublikasikan kemungkinan terburuk dari Indonesia apabila pemerintah saat itu tidak segera mengambil tindakan.
Giordano mencoba mengedukasi pembaca dengan bahasa sederhana. Matematika tidak selamanya sulit, malah di tulisan Giordano, matematika bisa digunakan untuk menganalogikan jika banyak orang tidak mengenakan masker.
Tidak hanya itu, Giordano pada beberapa esai juga menjelaskan bahwa manusia ketika masa pandemi tidak hanya memikirkan kelompoknya saja, melainkan keseluruhan umat manusia itu sendiri sebagai bentuk komunitas. Sayangnya, tidak semua individu memiliki sense itu. Karena memang, modal utamanya adalah bersabar.
I’m afraid of everything that the contagion can change. Of discovering that the structure holding up civilisation as I know it is nothing but a house of cards. I ‘m afraid of annihilation, but also of its opposite: that fear will eventually pass without leaving any trace of change behind.
How Contagion Works bisa dihabiskan dalam sekali duduk. Esainya singkat dan bahasanya tidak berbelit-belit. Ohya, kalau bisa, baca juga Pandemic!-nya Slavoj Zizek ya!